Situs Dakwah & Informasi Islam
Aqidah, Arsip Fatwa

Bersedekah untuk Mayit (Orang yang Telah Meninggal Dunia)

sedekahPertanyaan :

Ganjaran dan pahala apa yang akan dituai oleh mayit dari orang-orang yang bersedekah untuknya? Sebagai contoh, “Apakah bersedekah untuk si mayit akan menambah perbuatan-perbuatan baiknya?”

Jawaban :

Bersedekah untuk mayit merupakan ibadah yang disyari’atkan baik berupa harta ataupun do’a. Imam Muslim dalam shahihnya, Imam Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan Imam-Imam penyusun kutubussunan meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Jika anak cucu Adam (manusia) mati maka akan terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (pertama) sedekah Jariah, (kedua) ilmu yang bermanfaat, (ketiga) anak yang shalih yang mendoakannya”. (HR. Muslim no. 1631, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 38, Abu Dawud no. 2880, At-Tirmidzi no. 1376 dan Nasa’i no. 2651)

Keumuman makna hadits ini menunjukkan bahwa pahala bersedekah sampai kepada mayit. Dalam hal ini, Nabi tidak menjelaskan apakah berupa wasiat ataukah tidak. Dengan demikian hadits ini bersifat umum dari kedua kondisi tersebut. Penyebutan kata al-Walad (anak laki-laki) dalam hadits tersebut tidak memiliki arti apa-apa berdasarkan hadits-hadits yang banyak dan tsabit (secara shahih bersumber dari Rasul) tentang disyari’atkannya berdoa untuk para mayit sebagaimana dalam menshalati mereka dan menziarahi kuburan. Begitu pula, tidak ada bedanya apakah hal itu dari kerabat/keluarga dekat si mayit ataupun dari yang jauh. Dalam kitab ash-Shahihain dari Aisyah dari Nabi bahwasannya seorang laki-laki berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ أُمِّيْ مَاتَتْ وَلمَ ْتُوْصِ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَعَمْ

“wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia namun dia tidak berwasiat, apakah dia akan mendapatkan pahala andai aku bersedekah untuknya?.’ Beliau menjawab dengan sabdanya: “Ya”. (HR. Bukhari 2/106, Muslim no. 1004, Abu Dawud no. 2881, An-Nasa’i no. 3649 dan Ibnu Majah no. 2717)

(Fatawa al-Lajnah al-Daaimah lil Buhuts al-’Ilmiyyah wal Ifta’ , IX, hal. 25-26, no. 501)

 

Sumber: majalahshafa

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik