Mereka Yang Terlaknat (Bagian 3)

terlaknat 1Orang yang melaknat kedua orangtua, Orang yang menyembelih untuk selain Allah, Orang yang memberi tempat bagi ahli bid’ah, Orang yang mengubah batas-batas tanah, Orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, Orang-orang yang menambah-nambah pada Kitabullah, Orang yang mendustakan takdir, Penguasa yang memerintah dengan sewenang-wenang, Orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, Orang yang menghalalkan dari keluarga Nabi apa yang diharamkan oleh Allahk, Orang yang meninggalkan sunnah Nabi, Orang yang mengaku (bapak) kepada selain bapaknya, Orang yang memutuskan tali silaturrahim. Orang yang menyesatkan jalan, Orang yang menyetubuhi binatang, Orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan Kaum Nabi Luth, Orang yang menyetubuhi istri pada duburnya, Orang yang menyalahi perjanjian dengan orang Islam, Orang yang melakukan kejahatan atau melindungi pelaku kejahatan di kota Nabi (Madinah al- Munawwarah), Orang yang menghalangi dilaksanakannya kukuman setimpal dalam kasus pembunuhan sengaja, Orang yang merampas harta orang lain, seperti aktivitas ribawi, pencurian, dan Sogok(Suap), Orang yang buang hajat di jalanan orang atau di tempat berteduh mereka, dan Orang yang mencaci maki Sahabat Nabi. Mereka itulah termasuk golongan manusia yang terlaknat yang disebutkan dalam sunnah Nabi yang telah kita sebutkan pada dua edisi sebelumnya. Saudaraku, berikut ini adalah contoh lainnya orang-orang yang terlaknat sebagai akhir bahasan kita tentang masalah ini. Semoga Allahkmelindungi kita dari meniru mereka.

N. Orang yang mencari-cari dalih untuk lepas dari hukum-hukum syara’

Rasulullah bersabda:

لعَنَ ا لَّهلُ ا لَْيهُوْ دَ حُرِّ مَتْ عَلَْيهِم الشُّحُوْمُ فَجَمَّلُوهَا فَبَاعُوهَا

 

“Allah melaknat orang-orang Yahudi, telah diharamkan atas mereka lemak-lemak (lemak bangkai), lalu mereka mencairkannya kemudian menjualnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Telah diharamkan atas mereka lemak-lemak, yaitu diharamkan memakannya karena kalau yang diharamkan menjualnya, tentulah mereka tidak perlu (mencari-cari cara atau dalih) dengan mencairkannya.

Hadits ini menjadi dalil yang membatalkan segala dalih perantara-perantara kepada yang haram, dan setiap apa yang diharamkan oleh Allah atas hambaNya maka menjualnya pun haram hukumnya karena harga (jual beli)nya haram, dan tidak ada yang keluar dari keumuman ini kecuali yang dikhususkan oleh dalil lain.

Abdullah bin Mas’ud berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللَِّه صَلَّى اللَُّه عَلَيْهِ وَسَلَّم المُحِلَّ وَالمُحَلَّلَ لَهُ

َ

“Rasulullah melaknat orang yang menghalalkan, dan yang dihalalkan baginya.” (HR. at Tirmidzi, an-Nasai dan Ahmad)

Yang menghalalkan, ialah orang yang menikahi wanita yang telah dicerai tiga kali dengan tujuan untuk menceraikannya lagi, atau sebagai syarat supaya wanita itu halal bagi suaminya yang pertama kemudian dia kembali kepadanya. Yang dihalalkan baginya, yaitu suaminya yang pertama. Beliau melaknat keduanya karena hal itu sudah merusak kepribadian dan menunjukkan akan kerendahan diri. Adapun terhadap orang yang menghalalkan dikarenakan dia telah menghinakan dirinya dengan bersetubuh untuk tujuan orang lain, maka sesungguhnya dia telah mencampuri wanita itu hanya supaya wanita itu menjadi halal bagi suaminya yang pertama dengan dugaannya, oleh karena itu dia diumpamakan seperti kambing yang dipinjamkan. Maka nikah ini diharamkan karena bertujuan sementara, dan tidak ada tujuan untuk melanggengkan pernikahannya, juga tidak ada tujuan untuk mendapatkan keturunan, mendidik anak-anak, dan lain sebagainya dari tujuan-tujuan yang sebenarnya dari disyariatkannya pernikahan.

O. Orang yang menyiksa binatang.

Abdullah bin Umar berkata, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

لَعَنَ اللَُّه مَنْ مَثَّلَ بِالْحَيَوَانِ

 

“Allah melaknat orang yang mencincang binatang.” (HR. an-Nasai)

Mencincang yang dimaksud yaitu memotong sebagian anggota tubuh dalam keadaan hidup-hidup atau membunuhnya secara kejam.

P. Orang yang menghunus senjata kepada saudaranya.

Rasulullah bersabda:

Page 1 of 3 | Next page