Situs Dakwah & Informasi Islam
Arsip Sastra

Sanjungan

Nabi saw dan Khulafa' Ar-RasyidinDari Suwaid bin Ghaflah, dia berkata, aku melewati beberapa orang Syi’ah membicarakan Abu Bakar dan Umar dengan pembicaraan yang tidak baik, aku datang kepada Ali, aku berkata, “Abu al-Hasan, aku melewati orang-orang yang mengaku pendukungmu tadi, mereka membicarakan Abu Bakar dan Umar dengan sesuatu yang tidak patut dengan kedudukan keduanya, seandainya engkau tidak menyimpan sesuatu seperti apa yang mereka katakan secara terbuka tersebut, niscaya mereka tidak berani berkata demikian.”

Ali menjawab, “Aku tidak merahasiakan sesuatu untuk keduanya kecuali apa yang aku berharap berjalan di atasnya. Allah melaknat siapa yang menyembunyikan untuk keduanya kecuali kebaikan.”

Suwaid berkata, Kemudian Ali bangkit berdiri menangis, memegang tanganku hingga masuk masjid, dia naik mimbar, duduk di atasnya dengan mantap, memegang jenggotnya yang putih sambil memandangnya. Orang-orang berkumpul, kemudian dia berkhutbah dengan, dia berkata, “Mengapa ada orang-orang yang berkata tidak baik terhadap sepasang sayyid Quraisy dan dua bapak kaum muslimin? Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang mereka katakan, aku akan menghukum apa yang mereka katakan. Ketahuilah demi Allah yang memecah biji dan menciptakan nyawa, tidak menyintai keduanya kecuali Mukmin yang bertakwa, tidak membenci keduanya kecuali fajir yang busuk, keduanya telah menyertai Rasulullah dengan jujur dan setia, keduanya memerintahkan dan melarang tetapi keduanya tidak melebihi batasan Rasulullah dalam apa yang keduanya lakukan. Rasulullah tidak memilih pendapat seperti beliau memilih pendapat keduanya, Rasulullah tidak menyintai seperti menyintai keduanya. Rasulullah wafat dalam keadaan beliau ridha kepada keduanya, keduanya wafat dan orang-orang beriman meridhai keduanya. Rasulullah memerintahkan Abu Bakar agar menjadi imam shalat kaum muslimin, lalu Abu Bakar shalat sebagai imam mereka selama sembilan hari semasa hayat Rasulullah, manakala Allah mewafatkan Rasulullah dan memilih untuknya apa yang ada di sisiNya, orang-orang beriman menyerahkan kepemimpinan kepadanya dan menunaikan zakat mereka kepadanya, karena shalat dan zakat adalah dua karib yang tidak terpisahkan, mereka telah membaiatnya dengan kepatuhan tanpa pemaksaan, dan aku adalah orang pertama yang memulai hal itu dari Bani Abdul Mutthalib, sementara dia sendiri tidak menginginkannya, dia berharap ada orang lain yang mencukupkannya darinya. Demi Allah, dia adalah orang terbaik dari yang hidup, paling besar kasih sayangnya, paling lembut hatinya, paling kokoh wara’nya, paling dahulu umur dan Islamnya, dia berjalan di antara kami dengan sirah Rasulullah hingga dia berlalu di atas itu.”

Lanjutnya, “Kemudian Umar memegang perkara kaum muslimin sesudahnya, di antara mereka ada yang rela, di antara mereka ada yang tidak suka, tetapi pihak yang awalnya tidak suka kemudian menjadi suka sebelum mereka mati. Umar menegakkan agama di atas manhaj Nabi dan sahabatnya, mengikuti jejak keduanya seperti anak unta membuntuti jejak induknya. Umar demi Allah adalah laki-laki yang penuh kasih sayang, lembut, membantu, menolong dan membela orang-orang yang teraniaya, tidak takut terhadap celaan orang yang mencela selama dia di jalan Allah, Allah menetapkan kebenaran melalui lisannya, menetapkan kejujuran dalam kehidupannya, hingga kami menduga bahwa seorang malaikat berbicara melalui lidahnya, dengan Islamnya Umar Allah memuliakan Islam, menjadikan hijrahnya penopang agama, Allah membuat hati orang-orang munafik takut kepadanya dan hati orang-orang Mukmin menyintainya…

Masih kata Ali, “Allah merahmati keduanya, siapa di antara kalian yang mampu menyaingi keduanya? Semoga Allah membimbing kita untuk menelusuri jalan keduanya, karena seseorang tidak mencapai apa yang keduanya capai kecuali dengan mengikuti jejak keduanya, menyintai keduanya. Ketahuilah, barangsiapa yang menyintai aku, maka dia harus menyintai keduanya, barangsiapa tidak menyintai keduanya, berarti membenciku dan aku berlepas diri darinya, seandainya aku mengetahui kalian membicarakan keduanya dengan tidak baik, niscaya aku menghukum dengan hukuman yang berat, tetapi tidak patut bagiku menghukum sebelum aku mengetahui. Ketahuilah, barangsiapa yang aku mendengarnya mengucapkan sesuatu yang tidak patut sesudah hari ini, maka atasnya hukuman had pembohong. Ketahuilah orang terbaik dalam umat ini sesudah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar. Bila aku berkenan, aku sebutkan orang ketiga. Aku memohon ampunan kepada Allah bagiku dan kalian.” Wassalam.

Asna al-Mathalib, Muhammad Ali ash-Shallabi.

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik