Situs Dakwah & Informasi Islam
Arsip Tokoh, Shahabat

Abu Sulaiman Samurah Bin Jundub

gjNama dan nasabnya

Beliau adalah Samurah bin Jundub Bin Hilal bin Harij bin Murrah bin Hazn bin Amr, yang dipanggil dengan Abu Sulaiman, ibu beliau memeliharanya setelah meninggal ayahnya. Kemudian ibunya dinikahi seorang Al-Anshar. Beliau tidak mendapati masa jahiliyah, beliau bertemu dengan nabi ketika remaja.

Samurah bin Jundub bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditawarkan kepadanya anak-anak kaum Al-Anshar (untuk ikut berjihad), maka seorang anak melewati beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengizinkannya untuk ikut berjihad, kemudian Samurah (datang) menawarkan dirinya untuk ikut berjihad, namun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menolaknya, maka Samurah berkata: “Engkua telah mengizinkannya ikut berjihad, akan tetapi engkau menolakku, seandainya aku bertarung dengannya maka aku bisa mengalahkannya”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Coba kalahkanlah ia”, maka Samurah pun melawannya dan mengalahkannya”. ( الإصابة في تمييز الصحابة [جزء 3 - صفحة 178 ])

Hadits di atas menunjukan semangat para pemuda dari kalangan para shahabat dalam meraih keutamaan jihad di jalan Allah.

Sifat-sifat beliau

Beliau seorang yang mempunyai sifat-sifat terpuji, diantaranya Keberanian, tidak membiarkan orang yang melakukan kesalahan, yang mana hal ini terlihat pada muamalahnya dengan orang-orang khawarij.

Ketika samurah bin jundub radhiyallahu ‘anhu jatuh sakit, yang mana sakit itu adalah salah satu penyebab wafatnya. Ia terkenah rasa dingin yang sangat, maka dihidupkan untuknya api, dibuatkan baginya tungku api di hadapannya, dan tungku api di belakangnya, di saping kanan dan kirinya, akan tetapi hal itu bermanfaat untuknya, lalu ia (Samurah) berkata:”Bagaimana aku melakukan sesuatu terhadap apa yang ada di dalam perutku”, ia dalam kondisi seperti itu, hingga ia wafat.

Beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Samurah

1. Dari ‘Abdullah bin Buraidah dari Samrah bin Jundub, bahwa ada seorang wanita yang meninggal dunia karena hamil. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatinya dan beliau berdiri di bagian tengah (jenazah) nya.” (HR. Al-Bukhari: 125)

2. Dari Samrah bin Jundub radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada suatu malam aku bermimpi dua orang menemuiku lalu keduanya membawa aku keluar menuju tanah suci. Kemudian kami berangkat hingga tiba di suatu sungai yang airnya dari darah. Disana ada seorang yang berdiri di tengah sungai dan satu orang lagi berada (di tepinya) memegang batu. Maka laki-laki yang berada di tengah sungai menghampirinya dan setiap kali dia hendak keluar dari sungai maka laki-laki yang memegang batu melemparnya dengan batu kearah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai dan terjadilah seterusnya yang setiap dia hendak keluar dari sungai, akan dilempar dengan batu sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya: “Apa maksudnya ini?” Maka orang yang aku lihat dalam mimpiku itu berkata: “Orang yang kamu lihat dalam sungai adalah pemakan riba’”. (HR. AL-Bukhari: 1979)

3. Telah menceritakan kepada kami Samurah bin Jundab radliallahu ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tadi malam dua orang (tamu) berkunjung kepadaku (dalam mimpiku) dan membawaku ke sebuah kota yang dibangun dari emas dan perak. Di sana kami bertemu sejumlah laki-laki yang setengah tubuhnya terlihat sangat tampan seperti manusia tertampan yang pernah kalian lihat. Dan setengah tubuh yang lainnya sangat buruk seperti manusia yang paling buruk yang pernah kalian lihat. Dua orang tamu itu berkata kepada mereka berdua, pergilah berendam di sungai itu. Maka mereka pun berendam di dalam sungai itu kemudian kembali kepada kami. keburukan mereka lenyap dan mereka sekarang benar-benar tampan. Tamu-tamuku berkata kepadaku; ‘Yang pertama (Anda lihat) adalah surga Adn dan itu adalah tempatmu.’ Kemudian mereka berkata; sedangkan mereka yang separuh tampan separuh buruk rupa adalah orang yang mencampur adukan perbuatan baik dan perbuatan jahat, namun Allah memberi mereka ampunan.’ (HR. Bukhari: 4397)

4. Dari Samurah bin Jundub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ”Janganlah kalian kalian melaknat dengan laknat Allah, atau dengan murka Allah atau dengan api (neraka)“. (HR. Abu Daud: 4906)

(Sumber: Shahih Imam BukHari, Sunan Abu Daud, www.Islam Stori.com)

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik