Situs Dakwah & Informasi Islam
Penjelasan Hadits

KIAT-KIAT MENGHIDUPKAN BULAN RAMADHAN

menghidupkan ramadhanAllah Subhanahu wa Ta’ala telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keutamaan. Maka sepatutnya kita menyambutnya dengan taubat nasuha dan tekad meraih kebaikan sebayak-banyaknya di bulan suci ini. Berikut kiat-kiatnya:

1. BERPUASA DENGAN BENAR,

“Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR.al-Bukhari dan Muslim).

(a).Menjauhi kemaksiatan, perkataan dan perbuatan sia-sia. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامة وشرابه

“Barangsiapa yang tidak menahan diri dari ucapan dusta dan perbuatan buruk maka sedikitpun Allah tidak sudi menerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum.”(HR.al-Bukhari).

(b). berniat pada malamnya, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan membaca do’a berbuka:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan teta, Insya Allah.”(HR. Abu Dawud).

2.SHALAT TARAWIH. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa menunaikan qiyamullail pada bulan Ramadhan, karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

من قام مع إمامه حتى ينصرف كتب له قيام ليلة

“Siapa saja yang shalat Tarawih bersama iman hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah)

3. BERSHADAQAH. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang sangat dermawan; kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angina yang berhembus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أفضل الصدقة صدقة في رمضان

“Seutama-utama shdaqah adalah pada bulan Ramadhan.” (HR. At-Tirmidzi).

Shadaqah ini di antaranya adalah:

(a). Memberi makan. Para salafus Shalih senantiasa berlomba-lomba dalam memberi makan kepada orang lapar dan yang membutuhkan. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudarnya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberikannya buah-buahan Surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang haus, niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum.” (HR.at-Tirmidzi dengan sanad hasan).

(b).Menyediakan makanan berbuka. Sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam

من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئ

“Barangsiapa menyediakan makana berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berbuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.”(HR.at-Turmidzi, hasan shahih). Dalam riwayat lain dikatakan: “….menjadi penghapus dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api Neraka…”

4. BANYAK MEMBACA AL-QUR’AN. Malaikat Jibril memperdengarkan al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Ramadhan, Utsman bin Affan menkhatamkannya pada setiap hari Ramadhan, sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan setiap 3 malam sekali dalam shalat Tarawih. Imam asy-Syafi’I dapat mengkhatamkan 60 kali di luar shalat dalam bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para Shahabat dan Shalafus Shalih seringkali menangis tatkala membaca atau mendengar al-Qur’an.

5. TETAP DUDUK DI DALAM MASJID HINGGA TERBIT MATAHARI.

“Barangsiapa shalat fajar berjama’ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani).

6. MENCARI MALAM LAILATUL QADAR, pada malam-malam ganjil di akhir Ramadhan dengan memperbanyak do’a:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai untuk mengampuni maka ampunilah aku.”(HR.at-Tirmidzi).

“Barangsiapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan menghapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.al-Bukhari dan Muslim). “Diampuni juga dosa yang akan datang.” (dalam Musnad Ahmad dari ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu).

7. I’TIKAF, menetapi masjid berdiam di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.


كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله.

“Bila masuk 10 (hari terakhir bulan Ramadhan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dengan ibada dan membangunkan keluarganya.”(HR.al-Bukhari).

Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau.”(HR.al-Bukhari dan Muslim)

8. UMRAH DI BULAN RAMADHAN


عمرة في رمضان تعدل حجة، (أو قال) حجة معي

“Umrah di bulan Ramadhan sama seperti ibadah haji.” Dalam riwayat lain: “sama seperti menunaikan haji bersamaku.” (HR.al-Bukhari dan Muslim).

9. MEMPERBANYAK ISTIGHFAR, DZIKIR DAN DO’A. Terutama di saat sahur, berbuka, hari jum’at dan sepertifa malam terakhir sepanjang bulan Ramadhan.

Sumber: 34 Serial Dakwah, Yayasan Al-Sofwa, diposting oleh Najib M. Fattah

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik