Situs Dakwah & Informasi Islam
Arsip Fatwa, Shalat

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

ghPertanyaan: 

Jika seseorang musafir melaksanakan shalat jum”ah, apakah tidak ada atasnya shalat sunnah ratibah ataukah ia melaksanakan shalat tersebut?

Jawaban:

Seorang musafir jika ia berada pada sebuah negri yang didirikan shalat jum”ah padanya, maka wajib baginya jum”ah, hal ini sesuai dengan firman Allah ta”ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ [الجمعة:9]


” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum”at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
 (QS. Al-Jum”ah:9)”

Musafir masuk pada keumuman ayat, karena ia termasuk orang-orang yang beriman, tidak boleh ia mengatakan: “Saya musafir, saya akan mengqashar shalat”, shalat jum”ah lebih wajib atasmu. Jika seseorang shalat jum”at maka tidak ada baginya shalat sunnah rawatib sebelum shalat jum”at, akan tetapi baginya shalat rawatib setelahnya, namun apakan bagi musafir dianjurkan オンライン カジノ untuk melaksanakannya?

Dhahirnya adalah ia tidak melaksanakannya, akan tetapi ia boleh melaksanakan shalat sunnah mutlak, namun kami katakan: “Dhahirnya ia tidak melaksanakan shalat rawatib” karena sebab ditinggalkannya sunnah rawatib bukanlah dikarenakan mengqashar shalat, ini ditunjukan dengan dalil bahwa shalat magrib bagi musafir tidak diqashar, bersamaan hal itu, dia tidak melaksanakan shalat sunnah rawatib. Maka kami katakan bahwa tidak ada shalat sunnah rawatib setelah engkau melaksanakan shalat jum”at, akan tetapi jika engkau melaksanakan shalat sunnah mutlak dan bukan rawatib, maka tidak mengapa.

Penanya: “Apakah boleh menjamak shalat jum”at dengan shalat ashar”

Syaikh: “Tidak boleh menjamak shalat jum”at dengan shalat ashar, ini karena ia berdiri sendiri, ia tidak dijamak dengan shalat setelahnya jamak taqdim, atau jamak takhir. Sesungguhnya sunnah yang datang adalah tentang jamak dhuhur dan ashar saja, dan bukan antara jum”at dan ashar, dan kita mengetahui bahwa jum”at dan dhuhur mempunyai perbedaan dalam banyak masalah”.

[Sumber: Kitab Silsilah Liqaat Albab Al-Maftuh Syaikh Muhammad Shaleh Al-"Utsaimin: 19/28, lihat Maktabah Syamilah ]

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik