Situs Dakwah & Informasi Islam
Sirah Nabawiyah

Ini Adalah Fir’aun Umat Ini

fir'aunImam Ahmad rahimahullah meriwayatkan di dalam Musnad beliau, beliau rahimahullah berkata:

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِى إِسْحَاقَ عَنْ أَبِى عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَتَيْتُ أَبَا جَهْلٍ وَقَدْ جُرِحَ وَقُطِعَتْ رِجْلُهُ – قَالَ – فَجَعَلْتُ أَضْرِبُهُ بِسَيْفِى فَلاَ يَعْمَلُ فِيهِ شَيْئاً …. قَالَ فَلَمْ أَزَلْ حَتَّى أَخَذْتُ سَيْفَهُ فَضَرَبْتُهُ بِهِ حَتَّى قَتَلْتُهُ ، قَالَ: ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ: قَدْ قُتِلَ أَبُو جَهْلٍ – وَرُبَّمَا قَالَ شَرِيكٌ قَدْ قَتَلْتُ أَبَا جَهْلٍ – قَالَ: أَنْتَ رَأَيْتَهُ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: آللَّهِ. مَرَّتَيْنِ. قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَاذْهَبْ حَتَّى أَنْظُرَ إِلَيْهِ. قَالَ فَذَهَبَ فَأَتَاهُ وَقَدْ غَيَّرَتِ الشَّمْسُ مِنْهُ شَيْئاً فَأَمَرَ بِهِ وَبِأَصْحَابِهِ فَسُحِبُوا حَتَّى أُلْقُوا فِى الْقَلِيبِ ، قَالَ: وَأُتْبِعَ أَهْلُ الْقَلِيبِ لَعْنَةً، وَقَالَ: كَانَ هَذَا فِرْعَوْنَ هَذِهِ الأُمَّةِ.

” Telah meneritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Abu Ubaidah dari ayahnya berkata:” Aku dahulu mendatangi Abu Jahal dalam keadaan dia terluka dan kakinya terputus.” Lalu dia berkata lagi:” Lalu aku memukulnya dengan pedangku, namun tidak ada mengenainya (karena dia mempertahankan diri).”….Ia melanjutkan:” Aku terus menyerangnya hingga aku dapat merebut pedangnya lalu aku memukulnya (menebasnya dengan pedang) hingga aku dapat membunuhnya.” Ia berkata lagi:” Kemudian aku mendatangi Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku berkata:’ Abu Jahal telah terbunuh -barangkali dia (Syarik) berkata:” Aku (bapaknya Abu ‘Ubaidah) telah membunuh Abu Jahal”- Beliau bertanya:” Engkau melihatnya?” Aku menjawab:” Ya”. Beliau bersabda: “Demi Allah?” sebanyak dua kali, aku menjawab:” Ya” Beliau bersabda:” Mari pergi hingga aku melihatnya.” Dia (perawi berkata) Lalu beliau pergi mendatanginya, dan sinar matahari telah sedikit merubah mayatnya. Kemudian beliau menyuruh agar dia dan mayat teman-temannya diambil, lalu mayat mereka diseret hingga mereka melemparkannya ke dalam sumur. Beliau bersabda:” Laknat mengiringi penghuni sumur ini.” Beliau juga bersabda: “Ia adalah Fir’aun umat ini.” (Musnad Imam Ahmad rahimahullah hadits no. 3901)

Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah berkata:“Sanadnya dha’if (lemah) karena ada inqitha’ (keterputusan).” (Musnad Ahmad tahqiq Ahmad Syakir) sampai di sini perkataan syaikh Ahmad Syakir. Maksudnya keterputusan antara Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdillah bin Mas’ud dari bapaknya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam at-Taqrib:” Yang rajih (kuat) adalah bahwasanya tidak benar kalau dia (Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdillah bin Mas’ud) mendengar dari bapaknya.” (Taqribut Tahdzib 2/448)

Dan imam al-Baihaqi rahimahullah meriwayatkannya dalam Dala’ilun Nubuwwah (3/88) dari Abu ‘Ubaidah dari bapaknya. Dan beliau rahimahullah juga meriwayatkannya dalam as-Sunan al-Kubra dari ‘Amr bin Maimun dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, kemudian beliau berkata:” Demikianlah dia bekrakata dari ‘Amr bin Maimun dan yang mahfuzh (mahfuzh lawan dari syadz) adalah dari Abu Ishaq dari Abu ‘Ubaidah dari bapaknya.” (as-Sunan al-Kubra 9/92-93)

Dan al-Haitsami rahimahullah menyebutkan hadits tersebut di dalam al-Majma’ dan setelah menyebutkannya beliau berkata:” Diriwayatkan semuanya oleh imam Ahmad, dan al-Bazar secara ringkas. Dan ia adalah dari riwayat Abu ‘Ubaidah dari bapaknya dan dia (Abu ‘Ubaidah) tidak mendengar darinya, dan para perawi imam Ahmad yang lainnya adalah shahih.”

Kemudian dia (al-Haitsami) rahimahullah menyandarkan riwayat setelahnya kepada ath-Thabarani, kemudian dia berkata:” Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan para perawinya adalah para perawi hadits/kitab Shahih, selain Muhammad bin Wahb bin Abi Karimah dan ia adalah seorang yang tsiqah (terpercaya).” (Majma’uz Zawaa’id 6/79) Dan Ibnu Abi Karimah, al-Hafizh rahimahullah berkata tentangnya di dalam at-Taqrib:” Seorang yang shaduq.” (2/216)

Dan kisah tentang terbunuhnya Abu Jahl ada dalam ash-Shahihain (al-Bukhari dan Muslim), dan di dalamnya tidak disebutkan:” Ini Adalah Fir’aun ‘Ummat Ini”

Perhatian: Perkataan Ibnu Katsir rahimahullah setelah membawakan hadits ini berkata:” Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan an-Nasaa’i.” Ini mengesankan bahwa lafazh ini (Ini adalah Fir’aun …..) ada pada kedua kitab tersebut (sunan Abu Dawud dan an-Nasaa’i), padahal tidaklah demikian. Dan imam an-Nawawi rahimahullah telah mendahuluinya (Ibnu Katsir), dia menyandarkannya (hadits tersebut) kepada kitab as-Sunan. (Tahdzibul Asmaa’ wal Lughat 2/206)

Faidah: Ibnu Majah rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم صَلَّى يَوْمَ بُشِّرَ بِرَأْسِ أَبِي جَهْلٍ رَكْعَتَيْنِ

” Sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam shalat sebanyak dua raka’at pada hari ketika beliau diberi kabar gembira dengan kepala Abu Jahl.” (HR. Ibnu Majah no. 1391 dan musnad al-Bazzar no. 3368)

Ibnu al-Mulaqqin rahimahullah berkata:” Isnadnya/sanadnya jayyid (bagus)” Dan murid beliau (al-Hafizh Ibnu Hajar) rahimahullah berkata dalam at-Talkish:” Sanadnya hasan dan dianggap gharib oleh al-’Uqaili rahimahullah.” Dan dibawakan oleh al-Albani rahimahullah dalam kitab Dha’if Ibni Majah no. 296.

Faidah Yang Lain: Ibnu Taimiah rahimahullah berkata:” Sujud syukur tidak wajib berdasarkan ijma’ (kesepakatan seluruh ulama), dan tentang disunnahkannya (amjuran) ada yang perlu dikritisi/dikaji ulang.” (al-Fatawa 21/293). Wallahu A’lam.

(Sumber: ما شاع ولم يثبت hal 113-114. Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

    Senyum Hari Ini

    • Berita Kematian Berita Kematian
      Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
    Index | |

    SMS Dakwah Gratis Hari Ini

    • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
       إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
    Index | |

    Konsultasi Online

    Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
    Al-Ustadz Amar Abdullah
    Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

    Temukan Kami


    Yayasan Al-Sofwa

    Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
    Kode Pos 12610
    Jakarta Selatan - Indonesia

    Contact Us

    Phone : 62-21-78836327
    Fax : 62-21-78836326
    e-mail : info@alsofwah.or.id

    Statistik