Situs Dakwah & Informasi Islam
Arsip Resensi

Syarah Arba’in An-nawawiyah

DATA BUKU

Judul Asli: Ad-Durrah as-Salafiyah Syarh al-Arba’in an- Nawawiyah
Judul Terjemah:Syarah Arba’in Nawawi
Para Pensyarah:
1. Imam an-Nawawi.
2. Imam Ibnu Daqiq al-Id.
3. Al-Allamah Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di.
4. Al-Allamah Muhammad bin Shalih al- Utsaimin.
Penyusun: Sayyid bin Ibrahim al-Huwaithi.
Penerjemah: Tim Darul Haq
Muraja’ah terjemah : Tima Editor Ilmiah “Darul Haq”.
Ukuran Buku: 16×24,5 cm
Tebal Buku: 434 hal
Harga : Rp.80.000.
Diterbitkan oleh: Darul Haq, Jakarta.

URGENSI TEMA BUKU

Bukanlah suatu yang asing bagi setiap Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejati, akan pentingnya mengkaji hadits-hadits Nabi SAW; dari segi riwayat maupun dirayat, sebab secara bahasa saja, Ahlus Sunnah berarti orang-orang yang mengikut as-Sunnah. Ilmu tentang as-Sunnah adalah disiplin yang sangat luas cakupannya, sebab ia membahas tentang segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi, baik berupa sabda, maupun perbuatan dan gerak gerik hidup beliau, tanggapan beliau terhadap berbagai perbuatan para sahabat, dan sifat fisik maupun perangai beliau, yang kesemuanya berlangsung dalam kurun waktu lebih kurang 63 tahun umur beliau SAW. Sebegitu luasnya lingkup ilmu ini, tetapi seorang Ahlus Sunnah harus mengkajinya, maka untuk menjembataninya harus ada semacam rangkaian tahapan yang dapat mengantarkan kepada tingkat minimal dari kewajiban seorang Ahlus Sunnah.

Dan tahapan paling dasar, atau paling fundamental, dalam mengkaji hadits-hadits Nabi atau as-Sunnah secara umum adalah mengkaji hadits-hadits yang berkaitan dengan dasar-dasar dan pokok Agama Islam secara global. Dan inilah urgensi vital dari matan buku kita ini: al-Arba’in, yang memuat sekitar 43 hadits Nabi SAW yang disusun oleh Imam an-Nawawi. Buku kecil ini memuat hadits-hadits pokok yang oleh para ulama dinobatkan sebagai hadits-hadits paling pokok dan paling mendasar yang merupakan foros seluruh ajaran Islam.

Maka sangatlah tepat bila hadits-hadits yang hanya 43 ini menjadi kurikulum hafalan wajib bagi semua jenjang pendidikan dan bagi kaum muslimin umumnya.

Namun demikian, yang lebih penting adalah memahami semua hadits-hadits tersebut secara menyeluruh dan utuh; karena sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama bahwa menghafal dalil tidaklah wajib tetapi mengamalkan kandungannya adalah wajib. Yang bisa mengantarkan untuk mengamalkannya secara baik adalah mehaminya secara baik pula. Seorang muslim tidak mungkin bisa mengamalkan suatu hadits secara benar apabila salah atau setengah hati dalam mehaminya. Pemahaman yang benarlah yang akan mengantarkan kepada pengamalan yang benar.

Inilah urgensi yang paling mendasar dari buku syarah kita ini; karena menjelaskan secara mendasar dan detil 43 hadits yang meruapakan garis global ajaran Islam.

METODOLOGI DAN SISTEMATIKA BUKU

Sebagaimana telah disinggung di awal, bahwa matan Arba’in an-Nawawiyah ini disyarah (dijelaskan) oleh empat orang ulama dalam satu buku, yaitu: Imam an-Nawawi sendiri, Imam Ibnu Daqiq al-id, al-Allamah Nashir as-Sa’di, dan al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahumullah.

Metodologi buku, secara ringkas adalah sebagai berikut:
1.Teks Hadits Matan. Setiap hadits hadits matan diletakkan paling awal lengkap dengan terjemahnya.
2.Takhrij hadits. Setiap hadits disertai dengan takhrijnya pada catatan kaki dengan takhrij yang sangat memadai sehingga memudahkan para pecinta ilmu untuk merujuk kepada sumber-sumber primer.
3.Makna-makna Kata. Setiap kata dijelaskan berdasarkan akar katanya dan pengguanaannya dalam syari’at, yang sangat memudahkan untuk memahami hadits bersangkutan secara global, dan dengan ini seorang pengkaji akan mendapatkan manfaat lebih yaitu memahami akar perbendaharaan kata-kata Bahasa Arab yang digunakan oleh Nabi SAW. Sebagai contoh, hadits yang pertama:

(إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى؛ فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat, dan seseorang setiap orang hanya akan mendapatkan apa dia niatkan (dari amalnya); maka barangsiapa yang hijrahnhya adalah kepada Allah dan RasulNya, maka (pahala) hijrahnya adalah (pahala) hijrah kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya adalah karena (harta) dunia yang ingin diraihnya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya adalah kepada tujuan apa hijrahnya itu.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Dan dalam pembahasan Makna-makna kata, satu demi satu diartikan dan ditafsirkan secara detil: إِنَّمَا, الأَعْمَالُ, النِّيَّاتِ, الْهِجْرَةُ dan seterusnya.
4. Masing-masing ulama yang empat kemudian mensyarah, menjelaskan dan menjabarkan hadits satu penggal demi satu penggal. Maka semua makna dan rahasia serta ibrah yang tersimpan di balik kata-kata dalam hadits menjadi muncul, sehingga ketika selesai mengkaji satu hadits misalnya, disamping kita menjadi paham dan mengerti begitu luas dan indahnya makna-makna dan hakikat-hakikat Syar’iyah yang terkandung dalam satu hadits itu, kita juga menjadi sadar bahwa seperti inilah seharusnya mengkaji hadits-hadits Nabi, agar dapat kita selami apa yang terkandung di balik hadits-hadits beliau yang begitu luas.

Sebagai contoh: Imam an-Nawawi rahimahullah, setelah menjelaskan makna kata hijrah dari berbagai segi penting, dalam mensyarah hadits pertama tadi, beliau menyebutkan bahwa hijrah itu ada banyak bentuk:

Hijrah Pertama: Hijrahnya para sahabat dari kampung halaman masing-masing kepada Nabi SAW di Madinah.
Hijrah kedua: Khusus hijrah dari Makkah ke Madinah.
Hijrah ketiga: hijrahnya kabilah-kabilah kepada Nabi SAW untuk mengambi Syari’at Islam, sekalipun kemudian mereka kembali kepada kaum mereka masing-masing.
Hijrah keemmpat: Hijrah dari negeri kafir pada umumnya ke negeri-neeri Islam juga pada umumnya.
Hijrah kelima: Meninggalkan segala apa yang dilarang Allah kepada apa-apa yang diridhainya.

Kemudian berbagai bentuk hijrah itu secara keseluruhan hanya ada dua kategori: “melarikan diri” dan “mencari”.

Yang termasuk hijrah melarikan diri ada enam bagian:
A. Hijrah dari negeri kafir yang diperangi ke negeri Islam, dan ini tetap berlaku hingga hari kiamat.
B. Hijrah dari negeri bid’ah. Imam Malik berkata, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk tinggal di suatu negeri di mana as-Salaf ash-Shalih dicaci-maki.”
C. Hijrah dari negeri yang didominasi oleh perbuatan-perbuatan dan hal-hal haram.
D. Melarikan diri karena mengalami siksaan fisik.
E. Melarikan diri demi menghindari wabah penyakit.
F. Melarikan demi melindungi harta benda dari perampasan dan semacamnya.

Dan yang termasuk hijrah mencari terbagi menjadi dua: mencari Agama dan mencari dunia. Yang termasuk mencari Agama ada sembilan:
A. Keluar dari negeri sendiri demi menjadi ibrah dan pelajaran di berbagai negeri yang menggambarkan bagaimana azab Allah bagi orang-orang sebelum kita yang mendustakan para rasul.
B. Musafir untuk menunaikan Haji dan Umrah.
C. Musafir untuk Jihad.
D. Musafir demi mencari penghidupan yang layak.
E. Musafir untuk perniagaan (bisnis).
F. Musafir untuk menuntut ilmu.
G. Berziarah ke tiga masjid: Masjidil haram, Masjid an-Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
H. Musafir demi menjaga perbatasan kaum muslimin agar tidak diganggu musuh.
I. Musafir demi menziarahi saudara seagama.

Dan semua poin-poin ini dijelaskan secara gamblang dgn dalil-dalilnya.
5. Karena yang paling akhir yang mensyarah adalah al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, maka kesimpulan-kesimpulan dan faidah-faidah yang dapat dipeti dari setiap hadits dijabarkan secara simpel oleh beliau. Dan ini adalah puncak dari menggalui suatu hadits, di mana setelah dijabarkan secara kata perkata, kemudian dibahas dengan syarah menyeluruh, baru kemudian mengerucut menjadi kesimpulan-kesimpulan yang padat.

KEISTIMEWAAN TERBITAN KAMI (DARUL HAQ)
1. Dilengkapi dengan biografi empat ulama yang mensyarah, sebagai penentu awal bahwa mereka ini adalah ulama`-ulama` Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang pantas menjadi panutan dan rujukan umat sepanjang masa.
2. Disyarah oleh empat orang ulama sekaligus, sebagaimana telah disinggung di awal, yaitu: Imam an-Nawawi sendiri, Imam Ibnu Daqiq al-id, al-Allamah Nashir as-Sa’di, dan al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahumullah, di mana satu sama lain saling melengkapi dan menguatkan sehingga menjadi padu dan tidak meninggalkan celah munculnya syubhat.
3. Semua hadits baik dalam matan maupun syarah ditakhrij secara sangat memadai.
4. Setiap hadits, setelah disyarah, diberikan kesimpulan-kesimpulan akhir yang menjadi intisari dari masing-masing hadits.

ISI BUKU SECARA UMUM

Hadits (1): berbicara tentang kedudukan niat dalam ibadah, dengan berbagai rinciannya.
Hadits (2): adalah tentang Iman, Islam dan Ihsan. Dan poin ini tentu saja merupakan pemhasan yang mendasar yang harus dikaji setiap muslim; karena di sinilah rukun Iman yang enam, berikut rukun Islam yang lima dan hakikat ihsan, dijelaskan secara luas dan detil. Inilah asas pokok dalam beragama.
Hadits (3): penjelasan tentang hadits, “Islam didirikan di atas lima dasar…”, dan ini adalah penegasan bagi hadits sebelumnya.
Hadits (4): Amal ibadah dan perbuatan setiap hamba tergantung pada penutup-penutupnya. Dalam hadits ke empat ini mengulas secara detil tentang: proses penciptaan manusia dalam perut ibunya, dimana selama empat puluh baru hanya berbentu setetes air, kemudian menjadi segumpal darah juga selama itu, dan kemudian menjelma menjadi segumpal daging juga selama itu. Dan setelah itu malaikat diuutus kepadanya lalu ditiupkan ruh padanya dan dicatatkan empat ketentuan baginya, yaitu: rizki, ajal, amal dan apakah dia akan celaka atau bahagia. Sabda Nabi di akhir hadits ini, “Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amal penghuni surga sampai tidak ada jarak yang tersisa antara dirinya dengan surga kecuali satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdir, maka dia beramal dengan amal penghuni neraka sehingga diapun masuk neraka. Dan (sebaliknya) seseorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amal penghuni neraka sampai tidak ada jarak yang tersisa antara dirinya dengan neraka kecuali satu hasta lalu dia didahului oleh catatan takdir maka dia melakukan amal penghuni surga sehingga diapun masuk surga.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Bagi sebagian kaum muslimin, hadits ini menimbulkan banyak pertanyaan besar; lalu apa jawaban ulama Ahlus Sunnah? Temukan jawabannya dalam buku kita ini.
Hadits (5): Berbicara tentang wajibnya setiap muslim meninggalkan ajaran-ajaran baru yang dibuat-buat yang tidak memiliki dasar dalam Syari’at.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا، فَهْوَ رَدٌّ.

“Barangsiapa yang melaksanakan suatu amal yang tidak didasari oleh Agama kami, maka amal itu tertolak.”

Hadits ini dijabarkan secara detil dalam buku kita ini, yang membuktikan bahwa semua bid’ah itu adalah kesesatan sebagaimana yang disabdakan Nabi SAW, sehingga tidak ada celah bagi orang-orang yang membela bid’ah hasanah.

Dan begitu seterusnya, hadits demi hadits diulas secara detil, sehingga hadits-hadits dalam Arba’in an-Nawawi ini, yang hanya seukuran buku saku yang terdiri dari beberapa lembar saja, bisa menggambarkan wajah Syari’at Islam yang global tetapi jelas. Maka sangatlah tepat yang dikatakan oleh sebagian ulama bahwa sebegitu banyak para ulama menyusun kitab dengan judul “arba’in”, tapi hanya arba’in Imam an-Nawawi yang benar-benar mendatangkan faidah secara luas dan disyarah oleh banyak ulama serta dikaji di berabagai pelosok bumi ini, karena muatannya yang sangat penting, yaitu 43 hadits yang merupakan poros ajaran Islam.

Akhirnya kami berdoa semoga Allah menjadikan buku ini, mendatangkan manfaat besar bagi masyarat muslim Indonesia. Dan semoga Allah membalas dengan kebaikan sebanyak-banyaknya bagi semua pihak yang telah ikut andil dalam menerbitkan buku kita ini, dan juga saudara dan rekan di radio Raja`.

CONTACT PERSON

Pemesanan kitab dan informasi selengkapnya, silahkan hubungi Sdr. Ahmad Maulana: Telpon: (021) 84999585 Hp: (021) 93690244. Situs: www.darulhaq-online.com.

Cara Pemesanan Kitab: Klik Pesan Kitab

Leave a Reply

Artikel Terpopuler

Senyum Hari Ini

  • Berita Kematian Berita Kematian
    Seseorang dikagetkan dengan berita pada salah satu surat kabar yang sedang dia baca karena...
Index | |

SMS Dakwah Gratis Hari Ini

  • Penyebab Ketenangan Dalam Sholat Penyebab Ketenangan Dalam Sholat
     إِنَّ مِنْ تَوْقِيرِ الصَّلاةِ أَنْ تَأتِي قَبْلَ الإِقَامَةِ  Artinya: Sesungguhnya salah satu dari hal...
Index | |

Konsultasi Online

Al-Ustadz Husnul Yaqin, Lc
Al-Ustadz Amar Abdullah
Al-Ustadz Saed As-Saedy, Lc

Temukan Kami


Yayasan Al-Sofwa

Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35
Kode Pos 12610
Jakarta Selatan - Indonesia

Contact Us

Phone : 62-21-78836327
Fax : 62-21-78836326
e-mail : info@alsofwah.or.id

Statistik

Switch to our mobile site